Kampung seni dan budaya kota Bandung (review)

Description

Preservation District With Cultural Open Space adalah pemanfaatan lahan terbuka sesuai dengan peruntukkannya, dengan pengolahan fungsi-fungsi dan kegiatan didalamnya menjadi sebuah langkah untuk mengangkat isu pelestarian kawasan budaya terhadap citra kota.

Latar belakang dipilihnya tema ini adalah berdasarkan isu pelestarian seni dan budaya propinsi Jawa Barat, khususnya di lingkup kota Bandung. Dimana, kondisi lingkup seni dan komunitas budaya yang ada di kota Bandung mengalami penurunan yang cukup drastis dari tahun 2004. Keberadaan lingkup seni adalah sebagai lembaga/organisasi seni yang menyelenggarakan pemberdayaan potensi seni dan budaya di dalam masyarakat (komunitas/organisasi seniman). Dari tahun 2003 dinas pariwisata kota Bandung sudah mencoba mendata LS (lingkup seni) dan KB (komunitas budaya) yang ada di kota Bandung. Rencana strategis Kota Bandung Tahun 2004 – 2008, mengamanatkan bahwa dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan pelaksanaan yang berbudaya, upaya yang terus dilakukan adalah pembinaan terhadap seniman dan budayawan baik yang memerlukan fasilitasi dari pemerintah maupun yang mandiri .

Wacana di atas menuntut harus adanya langkah-langkah tepat dalam mengantisipasi isu yang terus berkembang. Untuk menanggapi hal ini, di butuhkan fasilitas, sarana dan prasarana yang cukup dalam meawadahi ruang-ruang yang apresiatif dalam mengangkat seni dan budaya asli kota Bandung. Preservation District mewakili pendekatan dalam melestarikan satu kawasan dengan pola yang terintegrasi dan berkarakteristik citra kota Bandung yang bermartabat dan berkelanjutan. Dalam arti lain, dibutuhkan suatu ruang dengan nafas baru yang mampu mengangkat para pelaku-pelaku seni untuk terus berkarya.

Cultural Open Space adalah aplikasi dari aktifitas-aktifitas yang akan terjalin sesuai fungsi yang ada di dalamnya. Dalam perwujudannya sendiri, kulturasi dimiliki oleh komponen-komponen seni, proses penciptaan (pengenalan) budaya, dan kegiatan-kegiatan sosial yang saling bertautan. Lahan-lahan terbuka dan faktor lingkungan akan menjadi pengolahan yang bertema dan menjaga proses perencanaan ekosistem dari keseimbangan bangunan dan lingkungan binaan.